Hidup adalah lomba

Hidup adalah perlombaan kebaikan

Pendahuluan

Di dalam Alquran surat Al-Maidah ayat 48 disebutkan bahwa Allah hendak menguji kita terhadap karunia yang telah diberikanNya. Maka diperintahkanlah kita semua untuk berlomba-lomba berbuat kebajikan (5:48)

Hal yang sama juga ada di dalam surat Al-baqarah ayat 148. “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (2:248)

Disebutkan pula dalam Surat Al Mulk ayat 1-2 yaitu “Maha suci Allah yang ditanganNya tergenggam kemaharajaan. Dia Maha Kuat atas segala sesuatu yang telah mengadakan kehidupan dan kematian untuk menguji kamu, siapa yang paling baik amalannya” (67:1-2)

Dalam FirmanNya tersebut Allah SWT menguji kita (manusia) untuk berlomba-lomba berbuat kebajikan di dalam mengisi kehidupan di dunia ini
Sebagai suatu perlombaan sudah pasti dimaksudkan untuk mendapatkan yang terbaik
Siapakah yang akan mendapatkan predikat terbaik? tentunya mereka (manusia) yang mengikuti aturan main yang telah ditetapkan

muslim shalat
Fuzz / Pixabay

Berlomba dalam kebaikan

Landasan aturan main yang ditetapkan dalam menjalani lomba adalah dengan mengikuti contoh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana firman Allah SWT, Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak mengingat Allah (QS Al Ahzab 21)

Dalam surat AdzDzariyat 56 disampaikan “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu”.
Semua aktivitas kita di dalam kehidupan sehari-hari kelak akan dimintai pertanggungjawaban di yaumul hisab. Oleh karena itu niatkan segala sesuatu yang kita lakukan hanya untuk Allah SWT agar dapat bernilai ibadah.

Sebagai seorang yang menyatakan dirinya telah beriman, maka kita harus berusaha mengikuti aturan dan melaksanakannya secara kaffah. Dengan berusaha keras semampu mungkin dalam beribadah, menjadi yang terbaik. Apapun profesi kita harus dikerjakan dengan optimal.

Perintah ibadah dimaksudkan dalam kerangka hablum minallah dan hablum minannas, mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-laranganNya, menjadikan kita manusia yang beriman dan bertaqwa.
Perintah tersebut antara lain beriman kepada Allah SWT, beriman kepada yang gaib, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, berinfaq/ shodaqoh baik dalam lapang maupun kesempitan, jujur dalam perkataan dan perbuatan dalam segala tindakan, menepati janji, berbuat kebaikan yang semuanya dikerjakan dengan keyakinan untuk memenuhi perintah Allah SWT, bukan basa-basi (munafik), singkat kata kita harus berakhlaq mulia, akhlaqul karimah, peduli terhadap mereka yang membutuhkan baik meminta atau tidak meminta.

Menolong orang lain
Kimthecoach / Pixabay
Baca juga :  Tentang Yayasan Akhlaqul Karimah 

Penutup

Pertanyaannya, sudahkan kita kerjakan dalam kehidupan ini dengan usaha yang keras, agar menjadi mukmin yang berkualitas, berjuang untuk kemaslahatan seluruh umat?

Apabila sudah, itulah mukmin sejati. Apabila telah berusaha keras apapun hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT sebagaimana firmannya dalam surat AlBaqarah ayat 286 “Allah tidak akan membebani seorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”

Semoga kita bersama dapat mencapai finis dalam perlombaan kehidupan ini dengan khusnul khotimah, the best. Insya Allah.

Wallahu A’lam Bishawab
dan Hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui

Baca juga :
Berlomba-dalam-kebaikan-apa-saja-yang-harus-diperhatikan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *