kembali ke alquran

Kembali kepada Alquran – Alasan teologis

Pengantar

Kenapa kita harus kembali kepada alquran? Ada banyak alasan untuk hal tersebut. Tulisan ini membahasnya dari sisi teologis keagamaan. Utamanya karena ini merupakan perintah Allah SWT dan cara terbaik untuk meneladani nabi muhammad saw.

Artikel ini adalah tulisan 1 dari 6. Anda dapat membaca lainnya 2 / 3 / 4 / 5 / 6
Sumber feature image

Artikel ini terjemahan dari artikel di website quran-islam
Dilakukan perbaikan agar lebih memudahkan pembacaan dan sesuai dengan pemahaman penulis.

Basmallah

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
Alhamdulillaahi Rabbil Aalamiin, yang berkat karuniaNya kita memiliki kesehatan dan kesempatan untuk sama-sama belajar
Shalawat dan salam juga selalu kita limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, dan semoga hal yang sama juga terlimpah untuk keluarganya, sahabatnya dan kita semua sebagai pengikutnya

Assalaamu alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Kembali kepada alquran karena itu perintahNya

Banyak muslim yang tidak mengetahui bahwa menggunakan alquran sebagai satu-satunya sumber hukum agama, sebagai penuntun perilaku dan kehidupan, adalah perintah Allah SWT.

Mereka seringkali berpikir bahwa untuk mentaati perintah Allah SWT maka mereka cukup mengikuti sunnah rasul, perkataan alim ulama dsb. Padahal semua itu tidak ada dasarnya sama sekali di dalam alquran.

Satu-satunya cara untuk melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya, adalah dengan kembali kepada alquran. Menjadikan alquran sebagai penuntun kehidupan, langsung tanpa ada perantara sama sekali.

Alquran tegas berkata untuk hanya mengikuti alquran semata

Alquran berisi perintah yang tegas untuk setiap muslim agar hanya mengikuti alquran semata dan menolak segala macam berita (hadits) selain dirinya.

Itulah ayat-ayat Allah (Quran) yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan (hadits) manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya.

(QS 45:6)

Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita (hadits) manakah lagi mereka akan beriman selain kepada Al Qur’an itu?

(QS 7:185)

Maka kepada perkataan (hadits) apakah selain Al Qur’an ini mereka akan beriman?

(QS 77:50)

Semua ayat di atas menegaskan satu perintah yang jelas yaitu untuk tidak mengikuti perkataan (hadits) apapun selain alquran.

Makna hadits dalam bahasa arab umumnya adalah perkataan manusia, berita, narasi dsb.
Secara spesifik dalam islam, kata “hadits” bermakna perkataan yang diatributkan diucapkan oleh nabi muhammad saw.
Hadits seringkali dipandang sebagai sumber kedua hukum agama setelah alquran, meskipun faktualnya seringkali malah diposisikan lebih tinggi dan menggantikan alquran.
Padahal, telah ada perintah tegas di dalam alquran, seperti di ayat-ayat diatas, untuk hanya mengikuti alquran semata dan menolak segala bentuk hadits lainnya.

Harus diakui juga, semua ayat di atas belum tentu bermakna bahwa kita harus membuang hadits.
Tapi, dari semua ayat di atas, sangat jelas bahwa hadits apapun tidak pernah bisa/boleh disejajarkan dengan alquran.

Sumber keimanan, haruslah hanya berasal dari alquran.
Tidak ada lainnya.
Dari sini hanya ada satu jalan tersisa, kembali kepada alquran.

Alquran sudah detil dan jelas

Alquran juga sebenarnya telah memiliki segala macam detil dan penjelasan yang dibutuhkan manusia.

Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan terperinci? …

(QS 6:114)

Alif Laam Raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,

(QS 11:1)

Sangat jelas dari semua ayat di atas bahwa alquran itu sudah jelas dan detil (terperinci).
Siapapun yang menyatakan bahwa alquran membutuhkan hadits (berita) lain sebagai penjelas, maka dirinya jelas telah mengingkari ayat-ayat alquran tersebut secara nyata.

Dari sini, tidak ada jalan lain bagi muslim manapun kecuali kembali kepada alquran sebagai hukum dasar yang menjelaskan dan pembeda antara haq dan batil.

Alquran itu penjelas bukan dijelaskan

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.

QS 2:99

Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur’an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.

QS 10:37

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

QS 12:11

(Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

QS 14:52

Sangat jelas dari semua ayat di atas bahwa yang bertugas menjelaskan itu adalah alquran, bukan lainnya (hadits).

Menyatakan bahwa alquran membutuhkan penjelas lain adalah suatu bentuk pelecehan terhadap Allah SWT.
Bagaimana mungkin kitab yang dibuat Tuhan Pencipta alam semesta membutuhkan berita atau narasi lain sebagai penjelas?
Tidak bisakah Tuhan membuat kitab suci yang bisa menjelaskan dirinya sendiri secara detil?
Bahkan hal ini kalah canggih dibandingkah manusia penulis novel yang bisa membuat cerita yang isinya jelas dan terperinci tanpa bantuan novel lainnya.

Bukan Tuhan yang payah, manusia saja yang terlalu sombong (bodoh) menyatakan bahwa alquran tidak bisa dipahami kecuali oleh sebagian manusia terpilih.
Kembali kepada alquran adalah satu-satunya solusi agar alquran kembali dapat menjelaskan dan bukan dijelaskan.

Alquran adalah petunjuk bagi yang bertaqwa

Siapapun yang menginginkan agar dirinya dianggap Allah SWT sebagai orang bertakwa, maka tidak ada jalan lain baginya kecuali kembali kepada alquran, menjadikan alquran sebagai petunjuk utama kehidupannya.

Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

QS 2:2

Ayat itu jelas berkata bahwa fungsi alquran adalah adalah sebagai petunjuk kehidupan, untuk dilaksanakan, dipraktekkan.
Ini berarti alquran tidak membutuhkan petunjuk tambahan, karena sesuatu tidak akan disebut sebagai petunjuk apabila masih membutuhkan petunjuk lain untuk bisa dipahami.

Alquran adalah hadits terbaik

Allah telah menurunkan perkataan (hadits) yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.

(QS 39:23)

Kalau masih ada yang berpikir untuk melaksanakan hadits, entah karena alasan apapun, maka alquran telah menegaskan bahwa dirinya adalah hadits terbaik (ahsanal hadits).

Apa gunanya melaksanakan hadits yang tidak dijamin keterjagaannya, memiliki banyak kontradiksi di dalamnya, belum lagi isinya yang seringkali bertentangan dengan akal sehat dan hati nurani?
Sementara di sisi lain tersedia hadits terbaik yang ditegaskan langsung oleh Tuhan pencipta alam semesta untuk terjaga, memiliki isi yang logis dan konsisten serta tidak bertentangan dengan akal sehat dan hari nurani?

Tidak ada hadits yang layak dipedulikan sebagai sumber hukum agama kecuali ahsanal hadits, yaitu alquran.

Kembali kepada alquran adalah cara terbaik mengikuti nabi muhammad saw

Salah satu alasan maraknya pemujaan terhadap hadits adalah karena kesesatan berpikir bahwa untuk bisa meneladani nabi muhammad saw maka kita harus mengikuti sunnahnya.

Ini adalah kesalahpahaman yang parah dan fatal.
Karena nabi muhammad saw itu hanya melaksanakan apa yang ada di alquran, apa yang diperintahkan di dalam alquran, tidak lebih dari itu.

Kalau kita memiliki akses kepada sumber primer yang sempurna dan terjaga, mengapa kita harus menggunakan sumber sekunder yang memiliki banyak pertentangan di dalamnya?

Tidak ada keraguan bahwa cara mengikuti nabi muhammad saw yang terbaik adalah dari sumber asli beliau bertindak dan berperilaku yaitu alquran.

Tidak ada sunnah nabi, hanya ada sunnah Allah

Di dalam alquran, satu-satunya sunnah yang jelas disebutkan hanyalah sunnah Allah SWT.
Tidak ada di dalam alquran disebutkan mengenai eksistensi suatu sunnah yang disebut sunnah nabi muhammad saw.

Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum (mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah.

QS 33:62

Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunatullah itu.

QS 48:23

Memang benar bahwa alquran memerintahkan umat islam untuk mengikuti nabi muhammad saw.
Tapi hal ini secara jelas diikuti dengan penjelasan bahwa rasulullah saw hanya mengikuti apa yang diperintahkan kepada dirinya (alquran) dan tidak ada yang lain.
Jadi maksud dari mengikuti nabi muhammad saw berarti adalah mengikuti alquran dan bukan petunjuk lainnya.

…Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.

QS 46:9

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…

QS 5:48

Alquran juga menegaskan bahwa mengikuti rasulullah saw hanyalah berarti mengikuti apa yang diturunkan kepada beliau, yang berarti adalah alquran dan bukan yang lain.

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, … Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS 7:157

Semua adalah bukti tak terbantahkan bahwa kita memang harus kembali kepada alquran, bukan lainnya, sebagai penuntun utama kehidupan kita.

Tidak ada risalah nabi, semuanya risalah Allah

Alquran menegaskan bahwa satu-satunya kewajiban dari nabi muhammad saw (dan juga rasul dan nabi lainnya) hanyalah menyampaikan risalah Allah.
Nabi dan Rasul tidak diutus untuk membuat ajaran-ajaran mereka sendiri. Mereka disebut utusan Allah karena mereka hanya menyampaikan pesan dari Allah SWT.

Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan,…

QS 5:99

Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanah Allah) dengan terang.

QS 16:82

…Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya.”

QS 29:18

Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah)…

QS 42:48

Semua nabi dan rasul tidak ada yang membuat risalah/hukum/aturan mereka sendiri.
Sama halnya dengan kalau dalam situasi kementerian suatu negara saja tidak ada visi misi menteri, dan hanya ada visi misi presiden, maka bagaimana mungkin untuk situasi Tuhan yang Menguasai Segalanya, justru bisa ada risalah nabi/rasul?

Ketaatan kepada rasul semuanya terkait dengan wahyu yang diterimanya

Alquran memerintahkan orang beriman untuk mentaati Allah SWT dan rasulNya.
Tapi secara tegas alquran juga menegaskan bahwa menaati rasulNya berhubungan dengan mentaati wahyu yang diterima rasul tersebut dan tidak ada lainnya.
Jadi, menaati rasul tidak bisa diartikan bahwa ada tambahan ajaran di luar apa yang menjadi wahyu melainkan ketaatan terhadap wahyu itu.

Katakanlah: “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul; … Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanah Allah) dengan terang.”

QS 24:54

… Demikianlah yang diperbuat orang-orang sebelum mereka; maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanah Allah) dengan terang.

16:35

Dari sini tidak ada jalan untuk menaati nabi muhammad saw kecuali dengan kembali kepada alquran.

Tidak pernah ada perintah ketaatan kepada muhammad saw sebagai manusia, tapi sebagai rasulullah

Kita tidak pernah menemukan ayat di dalam alquran yang berisi perintah dalam bentuk, patuhi muhammad saw, atau patuhi isa as, atau musa as dsb.
Bentuk yang digunakan alquran untuk merujuk ketaatan kepada para nabi selalu berbentuk “patuhi utusan Allah (rasulullah)”.
Ini jelas berarti bahwa yang harus ditaati adalah pesan para rasul tersebut dan bukan kegiatan pribadi mereka sebagai manusia.

Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul (Nya) …

QS 5:92

Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul…

QS 64:12

Katakanlah: “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul…

QS 24:54

Akan ada aduan rasulullah saw mengenai umatnya kepada Tuhan

Kemungkinan juga banyak yang tidak tahu, bahwa situasi umat islam yang melupakan alquran, adalah sesuatu yang sudah diprediksi oleh alquran itu sendiri.

Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan”.

QS 25:30

Sangat jelas bahwa ayat di atas jelas tidak bercerita mengenai umat islam pada zaman rasulullah saw, dimana para sahabat jelas selalu membaca alquran, mengkaji alquran dan juga mengamalkan alquran bersama rasulullah saw.
Dari redaksinya, ayat itu jelas bercerita mengenai umat islam zaman sekarang, yang melupakan alquran, terutama dari segi pengamalan atau kajian.

Pada masa sekarang ini, umat islam mungkin bisa dianggap masih sering membaca alquran. Tapi hampir pasti bisa dianggap tidak mengamalkan alquran, karena yang sering diamalkan adalah kitab hadits.
Alquran juga tidak dikaji dan dipelajari sebagai penuntun hidup dan sumber aturan hukum islam, sebaliknya kitab-kitab hadits yang menggantikan posisinya.
Siapkah kita untuk dijadikan bahan aduan rasulullah saw kepada Allah SWT sebagai kaum yang melupakan alquran?

Penutup

Dari semua ayat alquran di atas sangat jelas bahwa tidak ada pilihan lain bagi siapapun yang menginginkan agar dirinya dianggap beriman oleh alquran, untuk kembali kepada alquran sepenuhnya.

Tidak ada keraguan lagi bahwa cara terbaik untuk mengikuti nabi muhammad saw adalah dengan kembali kepada alquran.

Wallaahu a’lam bish-shawaab
dan Hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui
Wassalaamu alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Anda merasa tulisan ini bermanfaat?

Tolong bantu kami dan orang lain dengan menyebarkannya
Terima kasih


Bacaan lain

Pengantar Tafsir Ilmiah Alquran


Posted

in

,

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *